Belajar dari Alumni London School of Economics and Political Science Tentang Kuliah S2 di Inggris
Sabtu, 3 Mei 2024, @kedai_komo di Bogor menyuguhkan lebih dari sekadar kopi. Dalam acara bertajuk Coffee Chill Chat, delapan peserta berkumpul dari pukul 10 pagi hingga 12 siang untuk ngobrol santai tapi padat makna tentang studi S2 di luar negeri, khususnya di London School of Economics and Political Science (LSE).
Hadir sebagai pembicara:
- Retti (Master of Public Policy — MPP, LSE 2022)
- Icha (Master of Public Administration — MPA, LSE 2024)
Obrolan mereka membongkar realita studi di LSE: dari akademik, sampai perbedaan gaya belajar, jenis kelas, dan bahkan tips sehari-hari bertahan di London.
Tentang Dua Program Unggulan: MPP dan MPA
Di bawah School of Public Policy, LSE menawarkan dua program master paling populer bagi mahasiswa internasional yang ingin memperdalam isu kebijakan: Master of Public Policy (MPP) dan Master of Public Administration (MPA).
Program MPP dirancang khusus untuk profesional yang sudah memiliki pengalaman kerja beberapa tahun, dengan durasi studi 9 bulan (intensif, dibagi menjadi 3 bulan kuliah, 3 bulan libur musim dingin, lalu 3 bulan kuliah lagi). Sementara itu, MPA adalah program 2 tahun yang memberikan ruang lebih luas untuk eksplorasi akademik, termasuk proyek praktik lapangan yang disebut Capstone Project.
Yang menarik, meskipun sama-sama fokus pada isu kebijakan publik, profil mahasiswa di kedua program ini cukup berbeda. Di MPP, sebagian besar mahasiswa berasal dari kalangan profesional dengan latar belakang kementerian, lembaga internasional, atau sektor privat. Sebaliknya, MPA lebih banyak diikuti oleh mahasiswa lulusan S1 atau early-career professional yang masih berada di awal karier.
Apakah Hanya Ada MPP dan MPA?
Tidak. School of Public Policy di London School of Economics and Political Science sebenarnya menawarkan lebih dari dua pilihan. Selain MPP dan MPA, terdapat beberapa program lain yang masih berada dalam departemen yang sama, seperti:
- MSc International Social and Public Policy
- MSc Regulation
- MSc Public Policy and Administration
Masing-masing memiliki fokus tersendiri. Misalnya MSc Regulation lebih condong ke isu kebijakan sektor industri dan tata kelola regulasi. Sedangkan MSc ISPP menyentuh aspek kebijakan sosial dalam konteks internasional, dengan pendekatan kritis terhadap ketimpangan, hak sosial, hingga gender. Artinya, bagi pelamar yang memiliki minat spesifik dan latar belakang akademik yang berbeda, LSE menyediakan jalur yang lebih sesuai.
Karena itu, sebelum memilih program, penting untuk membaca dengan cermat perbedaan pendekatan, struktur kurikulum, dan target peserta dari tiap jurusan.
Capstone Project: Belajar Lewat Dunia Nyata
Salah satu komponen paling menonjol di program MPA adalah Capstone Project, yang dilaksanakan pada tahun kedua. Ini bukan sekadar tugas akhir. Mahasiswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan permasalahan nyata yang diajukan oleh institusi mitra, mulai dari NGO internasional, pemerintah daerah, hingga lembaga riset.
Selama sekitar enam bulan, mahasiswa melakukan riset, analisis, dan penyusunan strategi kebijakan berdasarkan konteks yang diberikan. Mereka kemudian mempresentasikan hasilnya langsung kepada klien. Proyek ini memberi pengalaman langsung seperti seorang konsultan kebijakan, sekaligus mengasah keterampilan komunikasi, negosiasi, dan manajemen proyek.
Kuliah Itu Hanya Setengah Perjuangan
Kelas hanya sebagian kecil dari perjuangan. Sisanya adalah self-study, baca jurnal puluhan halaman, dan mencari jawaban sendiri.
Dan kalau kamu stuck? London School of Economics and Political Science punya office hours (waktu dosen membuka sesi konsultasi). Tapi kamu harus berani booking dan datang. Bertanya itu penting, meski pertanyaannya terasa bodoh.
Struktur kelas terdiri dari dua jenis utama:
- Lecture: Dihadiri oleh puluhan hingga lebih dari seratus mahasiswa, berlangsung di ruang besar, berisi penyampaian materi oleh dosen utama.
- Seminar: Kelompok kecil (umumnya di bawah 30 orang) dengan pendekatan diskusi, dipimpin oleh teaching assistant atau akademisi junior.
Sistem Nilai: Jangan Kaget Kalau Cuma “Pass”
Baik MPP maupun MPA menggunakan sistem nilai khas Inggris. Terdapat tiga jenjang kelulusan utama:
- Distinction (≥70%),
- Merit (60–69.9%), dan
- Pass (50–59.9%).
Nilai di bawah itu dianggap gagal, dengan risiko harus mengulang modul tertentu. Namun jika kamu harus mengulang, nilai maksimal yang bisa diraih hanyalah “Pass”.
Yang penting dipahami: lulus dengan nilai “Pass” bukan berarti kamu gagal secara kualitas. Standar akademik LSE sangat ketat. Banyak mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, menyebut bahwa “passed is enough” karena memang proses akademiknya sesulit itu.
Kehidupan Mahasiswa di London: Hal Teknis yang Perlu Diantisipasi
Beberapa hal teknis juga perlu diperhatikan saat menempuh studi di London:
- Cuaca musim dingin yang ekstrem dapat memengaruhi kesehatan. Suplemen seperti vitamin D umum digunakan.
- Beberapa mahasiswa membawa bidet portable sebagai penyesuaian pribadi terhadap fasilitas toilet umum.
- Aplikasi Citymapper banyak digunakan untuk navigasi transportasi publik di London.
- Student Counselling Service tersedia di LSE untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa, meskipun jadwal layanan perlu dipesan lebih awal.



